My First Solo Travel - Di Yogyakarta
- serena fajria
- Jun 18, 2021
- 6 min read
Updated: Jun 24, 2021
Yogyakarta,
Menyimpan sejarah panjang tentang keistimewaannya, kehangatan disetiap sudut kota yang dihimpit keindahan gunung di bagian utara dan suara ombak besar mengalun menepis pantai di bagian selatan membuat kota ini sangat sempurna untuk ditinggali.
kebahagiaan untuk manusia yang lahir,tumbuh dan berkembang di kota seperti Yogyakarta, dilengkapi dengan keindahan alam dan segala keistimewaan yang tidak dimiliki kota-kota lain.
Seringkali ke Yogyakarta sebagai seorang wisatawan, datang lalu menikmatinya berdasarkan daftar yang dibuat dari Jakarta, mengunjungi tempat ini dan itu dengan rasa terburu. Namun kali ini berbeda, saya datang seorang diri dengan sudut pandang pemuda Jakarta yang memutuskan untuk pindah selama enam hari ke daerah istimewa ini, meninggalkan keluh dan kesah selama dua puluh dua tahun menjadi warga jakarta dan mencoba beradaptasi untuk menemukan kenyamanan agar terus menetap di kota ini.
Hari itu menjadi kali pertama pergi ke kota lain seorang diri.
Berangkat dari Jakarta dengan beban yang dipikul, berharap dapat melepasnya saat tiba. Rasa gembira kembali mengunjungi Yogyakarta selalu ada, seperti pertama kali datang ke kota ini.
Bagian I ; Menemukan Rumah
Hunian hangat dan memanjakan mata, Sela stay.

Sela stay tepat dibelakang hotel indah palace, berada di jalan prawirotaman membuat hostel ini sangat mudah dijangkau oleh wisatawan. Saya memutuskan memilih Sela stay karena terpukau dengan konsep rumah ini.

konsep industrial dengan interior dan eksterior vintage membuat saya merasa sangat nyaman berlama-lama dirumah ini, bahkan saya lebih banyak menghabiskan waktu berdiam menikmati rumah yang dibangun dengan sempurna oleh si pemilik.
Rasanya seperti sedang menginap dirumah nenek yang tidak direnovasi dan setiap sudut rumah yang tidak berubah itu membuat saya bernostalgia akan hari-hari bahagia dimasa lalu.

Ruang tidur dengan konsep unfinished dengan langit-langit tinggi membuat ruangannya berkesan luas, penggunaan interior yang serba vintage sangat memanjakan mata, lantai yang digunakan pun merupakan lantai tegel yang terbuat dari campuran semen dan pasir beton,sesuai dengan usianya lantai tegel merupakan jenis lantai paling lama. Mengetahui Yogyakarta bercuaca sangat panas, sela stay menyediakan air conditioning disetiap kamarnya. Ini adalah konsep kamar yang sangat saya suka karena tidak akan ada aktifitas lain yang mengganggu waktu istirahat.
Pencahayaan ruang tidur tidak terlalu banyak, cahaya matahari yang masuk hanya melalui kamar mandi. konsep Accent Lighting pada kamar mandi membuat ruangan berkesan romantis pada malam hari.
Siang hari Malam Hari


Photo by Serena
Konsep dapur terbuka yang berada disamping mini pool adalah bagian yang paling saya sukai dari rumah ini. Kita bisa menikmati hari dengan memasak sekaligus berinteraksi dengan penghuni lain yang sedang bersantai dipinggir kolam beratapkan langit cerah Yogyakarta.


Photo by Serena
Fasilitas lain seperti water heater yang sangat memanjakan tubuh setelah beraktifitas seharian, ruang tamu yang sunyi tanpa kebisingan dan juga fasilitas lainnya bisa kalian nikmati di sela stay.
Alamat : Jalan Prawirotaman, Timuran Rt025 No.574, RW.007, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta 55153
Contact : +6282134940091
Bertemu Mas Fitra Di Trava House.

Trava house merupakan hostel yang mengusung konsep industrial dan open air. rumah yang unik ini berada dikawasan mantrijeron dan dikelilingi oleh perumahan warga setempat, berada di gang buntu rumah ini memberikan kesan sangat tenang.
Total private room yang dimiliki ada empat dan satu ruangan dormitory untuk empat bunk bed. Masing-masing ruangan dilengkapi dengan kasur berukuran queen,kipas angin dan cermin.
Sama dengan sela stay, trava house memiliki dapur terbuka yang connect langsung dengan mini pool, yang berbeda adalah kedalaman dan luasnya, trava house memiliki pool persegi dengan kedalaman satu meter.


Photo by Serena
Tidak ada kamar mandi didalam kamar, semua tamu yang menginap akan mandi dan buang air pada kamar mandi yang sama. Namun kebersihan dirumah ini akan saya berikan bintang lima, kamar mandi dan toilet yang terpisah membuat saya tidak merasa risi berbagi kamar mandi dengan tamu lainnya, toilet selalu dalam keadaan kering dan kamar mandi pun selalu bersih, konsep alami dengan banyaknya penggunaan batu koral termasuk pada lantai kamar mandi membuat saya nyaman karena kesan menyatu dengan alam jadi sangat terasa
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, interior dan eksterior pada rumah ini banyak yang dibikin sendiri oleh si pemilik (Do It Yourself). Rumah ini banyak memberikan saya inspirasi, selain karena kreatifitas pemilik hal lainnya adalah saya bertemu dengan Mas Fitra.

Mas Fitra yang akan menyambutmu dengan riang dan penuh suka cita.
Sosoknya merupakan daya tarik dari rumah ini, mungkin kamu bisa menemukan hunian serupa di Yogyakarta dengan konsep dan keindahan yang sama, namun sosok mas Fitra yang cukup sulit untuk ditemukan.
Beliau sangat talkative dan cheerful, tapi jangan berharap lebih pada mas Fitra karena beliau juga manusia biasa, akan ada hari beliau lelah atau sedang dalam masalah sebagai manusia yang baik dimohon harap maklum bila ia tidak riang seperti yang saya ceritakan namun selama bermalam disana puji syukur mas Fitra sepertinya sedang bahagia.
Untuk saya yang sedang singgah sendiri di kota orang lain merasa sangat terbantu akan kehadiran mas Fitra karena beliau yang menemani keseharian saya dirumah ini, mulai dari obrolan kaleng sampai bisnis besar di Yogyakarta menjadi topik pembicaraan setiap harinya, beliau adalah orang yang berwawasan cukup luas dan saya merasa sangat nyaman bisa selalu berbincang dengan beliau setiap harinya karena ada banyak pengetahuan baru yang saya ketahui dari beliau.
tentu kamu juga bisa bertemu dan berbincang dengan mas Fitra di trava house!
Alamat : Gang Cempaka, Lorong Barat, MJ 3 No.45, Ngadinegaran, Mantrijeron, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta 55143
Contact : +6281998471233
Bagian II ; Tidak Hanya Gudeg!
Sensasi Berbeda Menyantap Mie Ayam Di Mie Ayam Tumini

Bila mie ayam kebanyakan disajikan berkuah bening, maka kamu akan menikmati sensasi berbeda saat makan mie ayam tumini!
Mie ayam ini yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, tidak hanya wisatawan domestik namun juga mancanegara.
Sebelumnya saya tidak mengetahui informasi soal mie ayam tumini, namun malam kedua di Yogyakarta seorang wisatawan asing dari Jerman memberitahu saya bahwa ada mie ayam terenak di Yogyakarta yang berlokasi disekitaran terminal giwangan.
Dengan rasa penasaran saya menunggu untuk dapat menyantap mie ayam yang sangat ramai pengunjung ini,
mereka menyajikan mie ayam dengan kuah kental yang berasal dari topping mie ayam tersebut. Ukuran mie cukup besar namun teksturnya tidak selembut mie ayam pada umumnya dan cenderung lebih keras.

Walaupun mie ayam tumini sangat ramai pengunjung tetapi pelayanan mereka sangatlah cepat, dalam waktu kurang dari 15 menit saya bisa menyantap sajian mie ayam unik yang menjadi kesukaan para wisatawan ini.
Alamat : Jl. Imogiri Tim. No.187, Giwangan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55163
Mie nyemek di Bakmi & Bajigur Kadin Mbah Hj. Karto

Bakmi ini berada di mergangsan tepatnya jalan bintaran kidul, Yogyakarta. Menyesuaikan dengan banyaknya pengunjung pada kedai membuat mereka menyediakan lahan sangat luas dengan konsep warung makan tradisional. Bakmi legendaris ini menjual berbagai jenis hidangan mie seperti bakmi jawa kering,nyemek,kuah dan hidangan mie lainnya mulai dari dua puluh ribu rupiah.

Saya memilih bakmi nyemek sebagai pembuka untuk mengenal lebih jauh bagaimana bakmi jawa menjadi makanan kaki lima yang disukai hampir semua orang.
Campuran bawang putih,bawang merah,kemiri, dan merica yang dihaluskan kemudian diaduk merata dengan telur membuat nyemek sangat menggugah selera.
Tesktur kuah yang dihasilkan sangat kental mengingat nyemek berarti tidak kering namun juga tidak berkuah, untuk penyuka tekstur kuah yang sangat kental maka sangat cocok bila kamu memesan mie nyemek.
Alamat : Senopati, Jl. Bintaran Kidul No.6, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55151
Sop Merah Jalan Kolonel, Overrated!

Sop merah merupakan hidangan berisi sayuran dan ayam yang disiram dengan kuah pedas kemerahan. Sop merah di jalan kolonel merupakan tempat yang banyak direkomendasikan oleh orang-orang, Namun sayangnya saya tidak dapat merasakan kenikmatan saat menyantap hidangan yang cukup pedas ini. Bagi penyuka makanan dengan rempah yang kuat hidangan ini kurang cocok untuk disantap karena rasa kuahnya hambar, rasa yang bisa dinikmati hanya rasa pedas yang berasal dari cabai yang dihaluskan.

Untuk pemesanan nantinya kamu akan diarahkan ke pintu samping untuk memilih topping ayam yang tersedia, karena tidak suka tekstur daging ayam yang berserat maka saya memilih bagian paha.
Alamat : Jl. Kolonel Sugiyono No.74, Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153
Bagian III ; Intisari
Banyak hal menarik lainnya yang terjadi selama bertualang sendiri. Pertemuan dengan manusia baru, tempat-tempat yang tidak terekam kamera, setiap jalan yang saya lalui, segalanya memiliki arti mendalam ketika dilalui sendirian. Menjadi lebih peka akan lingkungan sekitar, mendorong diri untuk bersosialisasi dengan manusia baru dan berbahagia saat itu mendapati banyak pengetahuan perihal hidup menjadi manusia.
Esensi bertualang sendiri, memang selalu tentang diri yang akan menjadi kuat karena keadaan memaksa untuk bertahan tanpa orang-orang terdekat.
Seperti lahir namun tidak menjadi bayi, seperti dituntun namun bukan dengan orang tua melainkan kedewasaan diri yang terus terasah oleh lingkungan dan segala yang terjadi didalamnya.
Dan untuk Yogyakarta, sejak dahulu terus berharap agar keaslianmu tetap disana seperti itu, seperti semula diciptakan untuk menjadi tempat yang penuh kedamaian.
Comments